Kredit Macet Pasti Bikin Stress, Inilah Alasan Mengapa Agama Melarang Riba!

Kredit adalah salah satu cara bagi manusia modern jaman sekarang untuk mendapatkan dana tambahan yang bisa digunakan untuk berbagai macam kebutuhan hidup. Tidak hanya digunakan dalam pinjaman uang, kredit juga digunakan ketika kita membeli sesuatu misalnya seperti mobil, rumah, handphone, bahkan peralatan rumah tangga pun bisa dibeli dengan cara kredit alias mencicil.

Kredit Macet Pasti Bikin Stress, Inilah Alasan Mengapa Agama Melarang Riba!

Memang sekilas terdengar gampang ya dapat pinjaman uang atau beli barang dengan cara kredit, namun praktek kredit memiliki hukum tersendiri di mata Islam apalagi kredit yang menggunakan bunga yang dalam hukum Ekonomi Islam disebut dengan riba. Apa sih yang membuat riba dilarang dalam hukum Islam lalu bagaimana caranya agar bisa kredit tanpa melanggar hukum Islam?

Mengenal dulu apa itu riba

Riba secara umum memiliki pengertian penambahan nilai atau melebihkan jumlah pinjaman dari jumlah pinjaman pokoknya. Jadi misalnya Kamu meminjam uang Rp.1.000.000 dari bank dengan bunga 1% setiap bulannya dan dicicil selama 2 bulan yang harus dibayarkan bersama dengan cicilan hutangnya. Maka dalam satu bulan Kamu harus bayar Rp. 500.000 ditambah dengan 1% dari Rp. 1.000.000, jadi totalnya adalah Rp. 510.000.

Dari sini uang yang Kamu kembalikan ke bank jadi lebih Rp. 20.000, maka penambahan nilai tersebut disebut dengan riba. Tidak hanya berlaku untuk meminjam uang, ketika Kamu menabung di bank pun rekening reguler akan mendapatkan bunga sehingga jumlah tabunganmu bisa bertambah sesuai dengan presentase bunga yang ditetapkan oleh bank. Larangan untuk menggunakan uang riba ada dalam QS Ali-Imran ayat 130.

Mengapa riba dilarang dalam Islam?

Ya, riba dilarang dalam Islam karena memang disebutkan dalam Al-Quran dan merupakan hal yang tidak mendapatkan rido dari Allah SWT, tapi tentunya Kamu penasaran dengan apa sih dampak negatif yang disebabkan oleh riba sehingga dilarang? Ternyata dari segi ekonomi dan sosial, riba bisa menimbulkan polemik yang merugikan.

Beberapa efek negatif riba antara lain adalah:

1. Riba menyebabkan distribusi kekayaan jadi tidak adil, bagi pemberi modal tentunya akan lebih menguntungkan karena ia dapat uang yang lebih banyak, namun bagi yang mendapatkan modal atau melakukan kredit akan merugi karena harus bayar lebih banyak.

2. Potensi adanya eksploitasi pada orang yang berada di kelas ekonomi ke bawah.

3. Adanya sistem riba menyebabkan alokasi dana tidak didasarkan pada profitabilitas namun pada kesanggupan membayar dan juga nilai jaminannya.

4. Bisa menjadi penghambat investasi.

Di samping itu riba juga memberikan dampak buruk bagi sosial dan hubungan antar manusia. Misalnya Pak Imin mengajukan pinjaman untuk beli mobil yang dibutuhkan keluarganya dan berkewajiban untuk membayar cicilan per bulan plus bunganya.

Karena musibah yang dialaminya, Pak Imin jadi tidak sanggup untuk membayar cicilan kredit mobil sehingga mengalami kredit macet. Karena tidak sanggup bayar, mobil milik Pak Imin ditarik kembali dan berbagai macam aset Pak Imin harus dijual untuk bisa membayar sisa cicilan kreditnya. Dari contoh kasus ini jelas kalau bunga atau riba bisa menurunkan derajat kehidupan manusia yang tidak dibenarkan dalam Islam.

Kredit tanpa riba

Lalu kalau mau menurut hukum Islam apakah kemudian Kamu tidak boleh kredit? Jangan khawatir karena Islam selalu punya solusi untuk berbagai macam masalah termasuk ekonomi. Untuk masalah keuangan, prinsip keuangan syariah sudah banyak diterapkan dan dipraktekkan oleh lembaga keuangan yang ada di Indonesia baik perbankan maupun non-perbankan.

Dalam prinsip syariah tidak ada riba melainkan bagi hasil, kontrak kredit pun diganti dengan akad, dan prinsip lain yang lebih mengutamakan keuntungan dari semua pihak. Adapun prinsip yang diterapkan dalam kredit syariah adalah:

1. Murabahah (akad jual beli)
2. Ijarah wa i’tina (sewa dengan perubahan kepemilikan)
3. Musyarakah mutanaqisha (sistem bagi hasil)

Dengan kredit syariah diharapkan masyarakat jadi lebih mudah untuk mendapatkan bantuan dana yang bisa digunakan untuk berbagai macam kebutuhan tanpa harus terjebak dengan bunga yang tinggi dan beresiko kena kredit macet. Cerdas dalam mengelola keuangan agar Kamu bisa memanfaatkan fasilitas kredit ini dengan bijak dan terhindar dari stressnya bayar hutang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Daftar Pasaran Harga Kontrakan di Jogja: Mahasiswa dan EksMud Harus Tahu

Pilihan Makanan Khas Jogja yang Murah Tapi Super Enak, Wajib Coba!

5 Hal yang Harus di Hindari Ketika Kita Bertetangga di Kontrakan Umum